Sistem pendukung keputusan
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT DAN
SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING TERHADAP PENERIMAAN GURU
1. PENDAHULUAN
Menurut Undang
Undang SIKDIKNAS Tahun No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah sebagai usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
sedemikian rupa supaya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara
aktif supaya memiliki pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan dalam
bermasyarakat, kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian serta akhlak mulia.
Untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas maka dibutuhkan pula guru yang
berkualitas. Proses perekrutan guru adalah salah satu kegiatan penting
yang dilakukan instansi pendidikan. Perekrutan guru yang tepat dapat
menciptakan SDM pendidik yang tepat guna menciptakan pendidikan yang
berkualitas bagi para peserta didik.
Penelitian terhadap
perekrutan guru dilakukan pada salah satu Sekolah Menengah Atas di kabupaten
Sukabumi.
SMA Negri 1 Surade adalah salah satu Sekolah
Menengah Atas Negri yang berlokasi di kabupaten Sukabumi, sekolah ini adalah
salah satu sekolah favorit di kecamatan Surade, menurut data dari KEMDIKBUD
sekolah ini mempunyai 1330 peserta didik dan 42 guru. Namun dalam hasil observasi proses penerimaan guru
baru pada sekolah tersebut masih menggunakan sistem manual baik dari segi
proses data maupun metode penerimaan guru, oleh karena itu dirasa kurang mampu
dalam memproses penerimaan guru secara cepat dan akurat.
Model Multiple
Attribute Decission Making (MADM) memiliki kemampuan untuk melakukan
penilaian secara lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot
prefensi yang sudah ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan
yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang ada
(Arifin dan Fadilah, 2016). Pada penelitian ini digunakan perbandingan dua
metode dari MADM yaitu Weighted Product dan Simple Additive Weighting yang kemudian memproses nilai
rating penilaian guru baru dan kriteria dan masing – masing nilai bobot nya.
Kriteria yang dinilai antara lain kebutuhan guru mata pelajaran, alumni
perguruan tinggi, alumni SMA, Usia, Domisili, dan Akta Perguruan Tinggi. Dan
mendapatkan hasil berupa implementasi dari kedua metode tersebut dalam bentuk
aplikasi berbasis web.
Manfaat dari riset ini untuk
membantu sekolah dalam membuat sistem pendukung keputusan penerimaan guru baru
dengan metode WP dan SAW yang diimplementasikan kedalam sistem berbasis
website.
2. METODOLOGI
Lokasi Penelitian
Lokasi
yang menjadi tempat penelitian yaitu SMA Negri 1 Surade berada di kabupaten
Sukabumi.
Populasi dan Sample
Populasi pada
penelitian ini yaitu calon guru SMA Negri 1 Surade berada di kecamatan Surade
Kabupaten Sukabumi dengan sample
sebanyak 111 calon guru.
Tahapan Penelitian
Dalam
melakukan penelitian ini terdapat beberapa tahapan yang telah dilakukan antara
lain :
a. Indentifikasi Masalah
Indentifikasi
masalah dilakukan untuk mengidentifikasi masalah kemudian membuat perencanaan,
perumusan masalah, perumusan metode dan solusi.
b. Pengumpulan Data
Pengumpulan
data dimulai dari studi pustaka, wawancara narasumber, kemudian observasi dan
pengumpulan data nilai rating calon guru dan kriteria.
c. Implementasi
Metode Weighted Product
Pada
implementasi metode Weighted Product terdapat beberapa tahapan antara
lain :
1. Perbaikan nilai bobot
kriteria
2. Penentuan nilai vektor Si
3. Penentuan nilai vektor Vi
atau nilai akhir.
d. Implementasi
Metode Simple Additive Weighting
Pada
implementasi metode Simple Additive Weighting terdapat beberapa
tahapan yaitu :
1. Menentukan nilai rating
normalisasi
2. Menentukan preferensi Vi
atau nilai akhir.
b. Implementasi Sistem
Pendukung
Keputusan
Tahapan
selanjutnya dari penelitian ini adalah mengimplementasikan kedua metode kedalam
sistem pendukung keputusan berbasis aplikasi website, dengan
menggunakan waterfall sebagai model perancangan sistem.
c. Uji Sistem Pendukung
Keputusan
Tahapan
akhir dari penelitian ini menguji sistem pendukung keputusan menggunakan
blackbox testing dan perhitungan skala likert untuk mengetahui tingkat
kelayakan sistem dalam membantu manajemen sekolah dalam mengambil suatu
keputusan.
Pengumpulan dan Pengolahan Data
Pengumpulan
data dimulai dari pengumpulan studi pustaka, wawancara, dan observasi. Kemudian
data tersebut diolah menggunakan metode Weighted
Product dan Simple Additive Weighting dan membandingkan kedua
metode tersebut. Hasil dari pengolahan data berupa hasil perangkingan calon
guru baru di SMAN 1 Surade dan memilih 10 besar calon guru terpilih.
3. LANDASAN
TEORI
Sistem Pendukung Keputusan
Menurut
Turban (2005 ), Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan suatu sistem interaktif
yang membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model-model
keputusan untuk memecahkan masalah-masalah yang sifatnya semi terstruktur dan
tidak terstruktur.
Multi Attribute Decision Making
Menurut
Kusumadewi (2006),Multi Attribute Decision Making (MADM) adalah suatu
metode pengambilan keputusan yang digunakan untuk menetapkan alternatif terbaik
dari sejumlah alternatif yang ada berdasarkan
Weighted Product
Menurut
Kusumadewi (2006), metode Weighted Product menggunakan teknik
perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating tiap atribut harus
dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot atribut yang bersangkutan
4. HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Hasil
penelitian berisi perhitungan metode WP dan SAW, perancangan sistem dan
implementasi penerapan metode Weighted Product ( WP ) dan Simple Additive
Weighting ( SAW ) di dalam sistem pendukung keputusan penerimaan guru baru di
SMA Negri 1 Surade. Data hasil penelitian dimasukan secara komputerisasi dalam bentuk
sistem pendukung keputusan yang dibangun menggunakan bahasa pemograman PHP dan
MySQL sebagai database.
Perhitungan Metode WP dan SAW
Perhitungan menggunakan metode WP dan SAW dengan tahapan sebagai
berikut :
a. Perhitungan Metode Weighted Product Diketahui nilai bobot
kriteria yaitu C1 =6; C2=5; C3=4; C4=3; C5=2; C6=1. Dalam perhitungan metode WP
dilakukan perbaikan bobot terlebih dahulu. Dengan perhitungan sebagai berikut.


Selanjutnya
penentuan nilai vektor Si dengan melakukan perhitungan sebagai berikut.

Kemudian
dilakukan perhitungan untuk mencari nilai vektor Vi atau nilai akhir, dengan
perhitungan sebagai berikut.

b. Perhitungan Metode Simple Additive Weighting Dalam perhitungan
metode SAW, tahapan awal yaitu melakukan normalisasi nilai rating, berikut ini
adalah nilai rating calon guru baru.

Kemudian
dilakukan perhitungan normalisasi dengan persamaan sebagai berikut.

Selanjunya
mencari nilai preferensi Vi sebagai nilai akhir. Dengan perhitungan sebagai
berikut.

Pada
perhitungan metode WP dan SAW dilakukan hingga data ke-111 dengan tahapan yang
sama.
Perancangan Sistem
Model Waterfall digunakan dalam merancang sistem pendukung keputusan
penerimaan guru baru, tahapan dari model Waterfall antara lain :
a. Analisa kebutuahan yang terdiri dari analisa kebutuhan fungsionaldan
analisa kebutuhan non fungsional.
b. Perancangan sistem menggunakan model Unified Modeling Language (UML)
dan perancangan tabel database, berikut ini perancangan sistem pendukung
keputusan penerimaan guru menggunakan UML :
1. Use Case Diagram SPK

2. Class Diagram SPK

c. Pengkodean dan Implementasi menggunakan bahasa pemograman PHP
dan MySQL.
d. Testing Aplikasi menggunakan blackbox testingdengan membagikan aplikasi
kepada pengguna untuk ditest sesuai dengan fungsional aplikasi.
Implementasi Sistem Implementasi sistem merupakan hasil dari
analisis kebutuhan dan design sistem yang telah diuraikan dalam bentuk model
UML ( Unified Modeling Language ). Berikut ini beberapa antarmuka hasil
implementasi sitem.
a. Antarmuka Login User

b. Antarmuka Halaman Utama

c. Antarmuka Laporan

Hasil
Pengujian Sistem Setelah dilakukan pengujian sistem pada aplikasi web sitem
pendukung keputusan dengan menggunakan blackboxtesting, mendapatkan hasil
sebagai berikut :
Tabel 1.
Hasil Pengujian Sistem


Pembahasan
Berdasarkan studi kasus penerimaan guru baru di SMAN 1 Surade,
penerimaan guru baru diambil dari 111 data calon guru baru dengan proses penerimaan
guru baru menggunakan perhitungan metode WP dan SAW. Diketahui bahwa calon guru
yang akan diterima merupakan 10 besar dari nilai tertinggi yang sudah diranking
menggunakan kedua metode tersebut. Berikut ini tabel data calon guru baru yang
mendapatkan 10 nilai tertinggi menggunakan masing – masing metode.
Analisa Penerimaan Guru Baru
Berdasarkan studi kasus penerimaan guru baru di SMAN 1 Surade,
penerimaan guru baru diambil dari 111 data calon guru baru dengan proses
penerimaan guru baru menggunakan perhitungan metode WP dan SAW. Diketahui bahwa
calon guru yang akan diterima merupakan 10 besar dari nilai tertinggi yang
sudah diranking menggunakan kedua metode tersebut. Berikut ini tabel data calon
guru baru yang mendapatkan 10 nilai tertinggi menggunakan masing – masing
metode.
Tabel 2.
Data 10 Besar Guru Baru

Perbandingan Metode WP dan SAW
Berdasarkan hasil perhitungan Metode WP dan SAW pada peringkat 10 besar
yaitu tidak adanya perbedaan peringkat dari kedua metode, akan tetapi pada
hasil keseluruhan perhitungan kedua metode tersebut terdapat adanya perbedaan
peringkat. Secara lebih rinci, perbedaan perhitungan metode WP dan SAW
ditampilkan pada grafik berikut.


Dari kedua
grafik diatas dapat diketahui bahwa pergerakan grafik dari hasil perhitungan
menggunakan metode WP dan SAW pada penerimaan guru baru terlihat hampir
memiliki pola yang sama. Tetapi, ada sebagian alternatif calon guru baru
memiliki peringkat yang berbeda pada kedua metode tersebut. Berikut ini
beberapa contoh alternatif yang memiliki perbedaan peringkat pada kedua metode.

Perbandingan Waktu Eksekusi Sistem
Waktu eksekusi adalah istilah untuk mempresentasikan banyaknya
waktu yang dijalankan untuk memproses hasil perhitungan metode WP dan SAW. Hasil
waktu eksekusi didapat dari proses loading page perhitungan pada masing –
masing metode. Jumlah inputan data alternatif menjadi penentu proses loading
pada pageperhitungan. Berikut ini adalah grafik hasil perhitungan waktu
eksekusi pada masing –masing metode berdasarkan banyaknya input data
alternatif.
Hasil Pengujian Sistem oleh Pengguna
Pengujian Sistem dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada 10 orang
responden ( 5 Ahli IT dan Pengguna Sekolah ) bertujuan untuk menilai seberapa
besar kelayakan sistem yang dibuat terhadap manajemen sekolah. Berikut ini
grafik hasil dari kuisioner yang dihitung menggunakan skala likert

Dari hasil tersebut
diketahui hasil pengujian pengguna mendapatkan 54,4% responden, sedangkan untuk
pengguna manajemen sekolah mendapatkan 65,14% responden.
Komentar
Posting Komentar